"ALLAH dulu, ALLAH lagi, ALLAH terus"

Jumat, 11 November 2011

Bayi di USG bersujud ketika dibacakan Ayat-ayat Al Qur’an


Penelitian yang mengejutkan akhir-akhir ini bahwa musik classic seperti Mozart dapat mempengaruhi tumbuh kembang sang janin. Malah di sebuah situs dinyatakan Surabaya Ehealth klo ingin mempunyai anak yang cerdas hendaknya orang tua mengoptimalisasi anak sejak dini. Dan oleh dokter di web tersebut disarankan menggunakan musik Mozart.

Tetapi bagaimanakan islam memandang hal ini. Tiap bayi lahir dalam keadaan fitrah, tentu suara-suara firman Allah lebih baik daripada suara-suara orang yang tidak pernah bersujud pada pencipta sang janin. Berikut ini kutipan pendapat Habib Munzir mengenai kehamilan seorang ibu.

“saya sarankan agar anda dan istri anda banyak membaca Al-Qur’an untuk menuntun kemuliaan dalam rahim istri anda.”

dibuktikan oleh para ilmuwan bahwa bayi didalam rahim terpengaruh dengan suara musik, oleh sebab itu bila diperdengarkan suara musik blues, classic dan musik musik yg tenang maka itu membantu pertumbuhannya.

Dari penemuan ini kita mengambil kesimpulan betapa agungnya bayi yg ketika didalam rahimnya diperdengarkan kalamullah swt, tentunya jauh lebih agung dari musik2 non muslim.

saya sarankan anda dan istri anda banyak membaca surat Muhammad saw,berharaplah rahmat Allah sebagaimana bangkitnya rahmatan lil ‘alamin kemuka bumi ini (saw) membawa segala rahmat Nya swt.”

Untuk membuktikan pendapat Habib Munzir, setelah saya baca sana-sini ternyata sudah ada yang berekspresimen dengan meng-USG ibu hamil kemudian dibacakan Al-Qur’an, dan selama proses pembacaan tersebut dipantau melalui alat USG kehamilan. Dalam video tersebut dibandingkan posisi bayi sebelum dan sesudah di bacakan.

Subhanallah, karena semua bayi hakekatnya sudah islam dan iman kepada Allah dan orang tuanya-lah yang menjadikan nasrani, yahudi dan majusi. Hasilnya ketika dibacakan surat Al Fatihah dan Al Baqarah bayi dalam janin dengan di USG terdiam dalam kondisi sujud seakan-akan mengenali suara-suara yang sedang dibacakan.

Kamis, 10 November 2011

DOA PENUTUPAN HARLAH NU KE 85 DI GBK 17 JULI 2011

Atas permintaan beberapa kawan, maka saya turunkan doaku yang aku panjatkan dalam acara Harlah NU ke 88 atau 85 disini:

Alfaatihah…!

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين حمدا يوافي نعمه ويكافي مزيده يا ربنا لك الحمد ولك الشكر ولك الثناء كما ينبغي لجلال وجهك الكريم ولعظيم سلطانك اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ومولانا محمد النبي الامي وعلى اله واصحابه اجمعين,

اللهم يا الله لااله الا انت يا رحمن يا رحيم يا مالك يا قدوس يا سلام يا مؤمن يا مهيمن يا عزيز يا حبار يا متكبر... (الى اخر الاسماء الحسنى)


1...2...3...


Ya Allah ya Tuhan kami, kami memohon kepadaMu dengan menyebut nama-nama AgungMu sebagaimana Engkau perintahkan, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana Engkau janjikan.

Ya Allah ya Tuhan kami yang Maha Pengampun; ampunilah kami hamba-hambaMu bangsa Indonesia ini. Ampunilah dosa-dosa kami dan dosa-dosa para pemimpin kami.

Ya Allah ya Tuhan kami yang Maha Benar; tunjukkanlah kami jalan yang benar dan berikanlah kepada kami kemampuan untuk menapakinya dalam cahaya bimbinganMu.

Ya Allah ya Tuhan kami yang Maha Pemurah; kembalikanlah rahmat dan kasihsayangMu kepada rakyat dan negeri kami Indonesia. Kembalikanlah akal sehat dan rasa kemanusiaan kepada kami dan pemimpin-pemimpin kami. Jangan biarkan nafsu, angkara, dan kepentingan sesaat menyeret kami kepada kerendahan kemanusiaan dan mencabik-cabik persaudaraan kebangsaan kami.

Ya Allah ya Tuhan kami yang Maha Perkasa, anugerahilah pemimpin-pemimpin kami kekuatan dan keberanian untuk membela kepentingan kami, rakyat Indonesia, dalam sikap, tindakan, dan kerja nyata. Berilah mereka kekuatan dan keberanian untuk memimpin kami memerangi korupsi, radikalisme, dan hal-hal buruk lain yang menyusahkan bangsa dan rakyat kami.

Ya Allah ya Tuhan kami yang Maha Adil; anugerahilah kami dan pemimpin-pemimpin kami kekuatan lahir-batin, sehingga mampu berpikir dan berlaku adil tanpa terpengaruh oleh perasaan seanang dan benci, tanpa terpengaruh oleh keremehtemehan kedudukan dan kepentingan. Mampu melihat kebenaran dan mengikutinya, mampu melihat kekeliruan dan menghindarinya.

Ya Allah ya Tuhan kami yang Maha Suci; sucikanlah batin kami dari kedengkian, kebencian, dan kotoran-kotoran hati lainnya.

Ya Allah ya Tuhan kami yang Maha Rahim; Belas-kasihanilah rakyat kami dan berilah mereka kekuatan dan kesabaran. Mudahkanlah urusan-urusan mereka dan berikanlah kepada mereka rezki yang tidak membuat mereka serakah.

Ya Allah ya Tuhan kami yang Maha Pengasih dan Penyayang; jadikanlah Jam’iyah kami, NAHDLATUL ULAMA, sebagaimana mula-mula didirikan 85 tahun yang lalu, sebagai jam’iyah yang berkhidmah dan melayani umat, bangsa, dan Negara Indonsia. Jadikanlah NAHDLATUL ULAMA pelopor dalam menyiarkan Islam yang rahmatan lil’aalamiin dan meneladankan ajaran dan akhlak Rasulullah SAW. Jadikanlah NAHDLATUL ULAMA rahmat dan bukan beban bagi umat, bangsa dan Negara Indonesia. Anugerahilah kekuatan lahir-batin kepada para pemimpin dan pengurus NAHDLATUL ULAMA di semua jajaran untuk memikul AMANAT, mengurusi dan tidak malah menjauhi warga mereka. Bukalah mata hati dan pikiran mereka; agar mereka dapat berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai KHITTAH NAHDLATUL ULAMA. Anugerahilah mereka sikap qana’ah, tidak tamak dan mudah silau terhadap materi duniawi. Jangan biarkan kepentingan sesaat membelokkan mereka dari tujuan mulia Jam’iyah mereka: melayani umat, berkhidmah kepada bangsa dan Negara, demi mendapatkan ridhaMu.

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم والحمد لله رب العالمين

Senin, 10 Oktober 2011

Sholawat Fatih


Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah atas Sayyidina Muuammad--pembuka hal-hal yang terkunci; penutup perkara-perkara yang sudah berlalu; penolong kebenaran dengan kebenaran; dan penunjuk jalan kepada jalan-Mu yang lurus. Semoga Allah senan-tiasa melimpahkan shalawat kepadanya, juga kepada keluarga dan para sahabatnya, sesuai dengan derajat dan kedudukannya yang tinggi."

Penjelasan:
Shalawat di atas berasal dari Sayyid Abu Al-Mukarim Syaikh Muhammad Syamsuddin bin Abi Al-Hasan Al-Bakri r.a.
Di antara khasiat shalawat ini adalah, bahwa bagi siapa saja yang membacanya, walaupun hanya satu kali seumur hidupnya, ia tidak akan masuk neraka. Sebagian ulama Maroko mengatakan, bahwa shalawat ini turun ke atasnya dalam satu sahifah dari Allah. Ada pula yang mengatakan bahwa, satu kali shalawat ini menyamai sepuluh ribu-bahkan ada yang menyatakan pula enamratus ribu--shalawat lainnya.

Barangsiapa yang men-dawam-kan (membiasakan secara rutin) membacanya selama empat puluh hari, Allah akan mengampuninya dari segala dosanya. Barangsiapa yang membacanya sebanyak seribu kali pada malam Kamis, Jumat atau Senin, ia akan berkumpul dengan Nabi Saw. Akan tetapi, sebelumnya hendaklah ia melakukan salat sunnah empat rakaat: Pada rakaat pertama ia membaca Surah Al-Fâtihah dan Al-Qadr. Pada rakaat kedua sesudah Al-Fâtihah ia membaca Surah Al-Zalzalah. Pada rakaat ketiga sesudah Al-Fâtihah ia membaca Surah Al-Kafirun. Pada rakaat keempat sesudah Al-Fâtihah ia membaca Surah Al-Mu'awwidzatayn (surah Al-Falaq dan Al-Nâs).

Kamis, 22 September 2011

Masuk Islam Karena Baca Buku Anak-Anak


Jakarta, NU Online Niken Arumsari terharu ketika mendapat ucapan selamat dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Ia baru saja membaca dua kalimah syahadat yang dituntun ketua umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj disaksikan sejumlah pengurus PBNU di lantai 3 gedung PBNU pada Selasa, (20/9) pukul 14.30. Ternyata, tertariknya Niken ke dalam dekapan Islam yang rahmatan lil-alamin ini bermula dari membaca buku. Dan uniknya, buku bacaan anak-anak. “Mulanya sejak Maret 2011 lalu saya baca buku anak-anak di rumah baca Al-Karimah, di Matraman. Buku anak-anak itu disajikan dalam bentuk komik, bergambar, dan dengan bahasa sederhana. Di situ dijelasakan apa itu Islam, tentang rukun iman, rukun Islam, solat dan lain-lain,” ungkapnya. Selain itu, mulanya kedua orang tua Niken adalah muslim yang pindah agama berdasar “panggilan” dan sukarela. “Mulanya memang kedua orang tua saya adalah muslim,” ungkap lulusan jurusan Sosiologi universitas Indonesia (UI) ini.

Senin, 12 September 2011

Belajar..?? Asik-Asyik Aja Tuh.!!

Problem anak sekolah nggak jauh dari urusan belajar. Umumnya anak sekolah pada merinding kalau mendengar kosakata belajar. Lho? Bukannya belajar adalah tugasnya? Nggak juga anak sekarang mah. Bayangan yang ada di benak adalah buku-buku pelajaran tebal, rumus yang sulit, duduk manis di depan meja dan berbagai pikiran negatif lainnya. Belum lagi ancaman dan suara ortu yang menggelegar menyuruh kamu untuk belajar. Wuih, ini adegan belajar apa uji nyali sih? Pantes aja banyak yang pada bête kalau disuruh belajar. Masuk kamar bukannya buka buku malah buka fesbuk. Bukannya nulis PR malah nulis sms dan memperbarui status di FB. Bukannya menghafal rumus tapi malah ngapal lagu yang tertanam di memori ponsel. Walah, kapan pinternya?

Bro en Sis, kalau bukan dari kesadaran diri kamu sendiri memang belajar tuh berat terasa. Bukannya jadi pinter tapi malah menjadi beban tersendiri. Kalau tak segera dicari solusinya, bukan tak mungkin kamu malah jadi stres dan anti sama aktivitas belajar. Nah, biar kondisi ini tak berlarut-larut mending kamu baca tulisan ini sampai tuntas biar ada perubahan dalam diri kamu, at least dalam menyikapi belajar agar tak menjadi sesuatu yang menakutkan buatmu. Sip!

Benahi niat dulu

‘Belajar yang rajin biar pinter trus jadi dokter.’; ‘Belajar yang bener biar nilaimu bagus, gampang dapat kerjaan dan dapat gaji jutaan.’; ‘Belajar yang giat biar dapat ranking satu di kelas.’

Sabtu, 03 September 2011

Putus Asa

Sobat muda muslim, gimana Idul Fitri kemarin rame nggak? Hehehe kok nanya rame, emang bakar petasan. Iya maksudnya meriah nggak? Kumpul bareng keluarga dan keraban, serta teman-teman. Buat yang pulang kampung pasti seru di perjalanannya ya. Macet! Hihihi…nikmati dah macetnya, karena yang penting kamu bisa silaturahim dengan keluarga. Sip deh! Kami di gaulislam juga—meski telat ya—ngucapin selamat Idul Fitri. Maaf juga atas segala salah selama ini. Sukses dan barokah buat kuta semua ya.

Bro en Sis, gaulislam edisi pekan ini bahas tentang “putus asa”. Tema yang umum sebenarnya, tetapi saya coba kemas dengan lebih menarik. Oya, pernah nggak ngerasa penat, bosen, terus stress dalam menghadapi hidup? Pasti pernah kan? Bagi yang nggak pernah berarti hidupnya senang selalu, tertawa terus. Eh lama-lama jadi penghuni rumah sakit jiwa, (ujung-ujungnya stres juga). Hwahaha…

Benarkah semua yang kita usahakan selalu gagal, atau apa yang kita inginkan tidak terwujud. Apa iya seseram itu kehidupan kamu? Bukankah Allah telah memberi rizki bagi tiap-tiap mahklukNya? Atau kita yang kurang muhasabah (instropeksi diri)? Bisa jadi kegagalan demi kegagalan yang kita alami adalah suatu cobaan dari Allah Swt atau bahkan mungkin juga buah dari dosa-dosa kita di masa lalu? Hmm… wallahu’alam. Tetapi yang jelas dan pasti, kita harus instropeksi diri tiap saat, Bro.