"ALLAH dulu, ALLAH lagi, ALLAH terus"

Kamis, 31 Maret 2011

Software Seputar Fiqih Dan Arab

Berikut ini bisa Anda download software Islami (aplikasi-aplikasi praktis dan ringan), bisa Anda install dengan mudah dan cepat..

Bagi yang berminat silahkan pilih salah satu,atau semuanya juga boleh qo' di download..

Rabu, 30 Maret 2011

Nabi Yang Masih Hidup

Dikatakan ada 4 NABI yang msih hidup:

1.NABI IDRIS:beliau hidup disurga karena sendalnya ketinggalan didalam surga
2.NABI SULAIMAN:karena sampai sekarang tidak ada yang tau keberadaan beliau baik manusia,jim,dan malaikat.hanya ALLOH SWT yang tau.
3.NABI KHIDIR:beliau tidak bisa meninggal,karena telah minum air AINUL HAYAT dlm bahasa jawanya BANYU SUMBER PANGURIPAN. Dan ayat kursi diberikan oleh NABI MUHAMMAD SAW kepada NABI KHIDIR atas perintah ALLOH SAW. kemudian ayat kusi diberikan oleh NABI KHIDIR kepada SYEKH ABDUL QODIR JAELANI.
4.NABI ISA: beliau berada didalam dan dilindungi oleh ALLOH SWT karena beliau akan disalip,dan yang disalip sebenarnya bukan NABI ISA.

Wallahu a'lam..

Senin, 28 Maret 2011

Tegal Laka-Laka Euy..


T

egal adalah kota kelahiranku.Tegal kota yang sangat indah,dan nyaman.Sehingga diberi semboyan "Tegal kota kang ngangeni lan mbetahi.."

Nyong bangga dadi wong TEGAL..

Minggu, 27 Maret 2011

Dua Bait Syi’ir Kyai Bisri Mustofa

Berikut ini dua bait syi’iran Kyai Bisri Mustofa yang berhasil diperoleh dari penuturan orang-orang tua. Konon syi’iran ini populer pada masa antara 50 – 60-an. Lumayan buat kenang-kenangan :

1...2...3...


Allahumma sholli wa sallim ‘ala
Sayyidina wa Maulana Muhammadin
‘Adada ma bi’ilmillahi sholatan
Daimatan bidawami mulkillahi
…..
Nabi kita kala timur pangon menda
Ing tembene pangon jalma kang sembada
Abu Bakar Shiddiq iku bakul pasar
Nanging nata masyarakat ora sasar
‘Ali Abu Thalib bakul kayu bakar
Nanging tangkas yen dadi panglima besar
Wahid Hasyim santri kendil ‘ra sekolah
Dadi menteri karo liyan ora kalah

(Nabi waktu muda menggembala domba
Jadi gembala manusia yang sembada
Abu Bakar Shiddiq itu pedagang pasar
Bisa menata masy’rakat dengan benar
‘Ali Abu Thalib penjual kayu bakar
Tapi tangkas saat jadi panglima besar
Wahid Hasyim santri kendil tak sekolah
Jadi menteri dengan yang lain tidak kalah)

Sabtu, 26 Maret 2011

Filosofi Jempol


Siapa yang tak kenal jempol, saya yakin kita semua mengenalnya. Karena memang masing-masing kita memilikinya, kecuali jika kita termasuk orang yang memiliki keterbatasan secara fisik. Tapi walaupun demikian, kita pasti tetap bisa mengenalinya.

Ya, dialah salah satu jari yang memang tampak terlihat tak lebih cantik dari jari-jari yang lainnya. Dia terlihat lebih pendek dan gendut. Dan dia juga terpisah jauh dari semua jari-jari. Tapi walaupun begitu, justru karenanya sebuah genggaman akan terasa lebih kuat dan mengikat.

Dalam setiap pekerjaan kita, ia selalu menjadi yang terdepan. Dia yang membantu ketika kita menulis, dan dia juga yang membantu kita makan dan minum ketika kita memang merasa lapar dan haus. Dia juga bisa mengerjakan sendiri sebuah pekerjaan yang hanya bisa dilakukan dengan tiga jari.Mungkin seperti sebuah pengesahan diri atas sebuah surat, sehingga selain cap tiga jari kita juga mengenal istilah cap jempol.

Jumat, 25 Maret 2011

Bersahabat Dengan Hujan


Malam itu hujan, sementara jarak tanggerang - Jakarta masih teramat jauh. Sempat saya menunggu sejenak dan berharap hujan mau berlalu dan membiarkan saya pergi. Tapi ternyata hujan memilih bersahabat dan menemani perjalanan saya malam itu.

Tidak nyaman memang, tapi mau bagaimana lagi. Karena pada akhirnya saya dan sepeda motor saya harus rela memberi tumpangan kepada hujan sampai ke jakarta. Selama dalam perjalanan hati saya bertanya, apakah hikmah yang saya bisa petik dari perjalanan ini?

entahlah,,, yang jelas udara Jakarta malam itu, lebih sejuk dari sebelum hujan itu datang.

Dan ketika saya berhenti di sebuah lampu merah. Saya mencoba sejenak memandangi wajah beberapa pengguna jalan(pengendara motor). Dan saya melihat, mata mereka tampak berair, wajah mereka terlihat basah, dan sesekali mereka terlihat seolah seperti orang yang tengah mengusap wajahnya dari kesedihan. Ya, mereka tampak seperti orang yang bersedih. Walaupun sebenarnya mereka tak benar-benar bersedih. Karena seperti juga mereka, terkadang saya juga melakukan hal yang sama, dan itu saya lakukan bukan karena saya bersedih, tapi karena terpaan hujan malam itu memang menggagu pandangan mata. Artinya, hujan yang datang malam itu tidak pernah benar-benar bermaksud mengundang susah dan sedih kami. Tapi justru menutupi kesusahan dan kesedihan kami.

Sehingga terkadang saya jadi berfikir, mungkinkah hujan yang turun malam itu adalah juga gambaran tentang hujan yang turun saat-saat ini. Dimana hujan hari ini seolah telah banyak membuat kita menjadi susah karena panjangnya. Dan membuat kita bersedih karena dampak musibah yang katanya di sebabkan oleh ulahnya(hujan). Padahal sebenarnya, justru hujanlah yang akan dan hendak menutupi kesedihan kita yang sebenarnya(di akhirat nanti). Benarkah??

Kamis, 24 Maret 2011

Waspadai 10 Godaan Setan Dalam Sholat


1. WAS-WAS SAAT MELAKUKAN TAKBIRATUL IHRAM

Saat mulai membaca takbiratul ihram "Allahu Akbar", ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah. Sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku'.

Ibnul Qayyim berkata: "Termasuk tipu daya syetan yang banyak mengganggu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam sholat". Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak tenteram.

2. TIDAK KONSENTRASI SAAT MEMBACA BACAAN SHOLAT

Sahabat Rasulullah saw. yaitu 'Utsman bin Abil 'Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syetan telah hadir dalam sholatku dan membuat bacaanku salah dan rancau". Rasulullah saw menjawab, "Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT. Akupun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku" (HR. Muslim)