"ALLAH dulu, ALLAH lagi, ALLAH terus"
Tampilkan postingan dengan label Humor Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Santri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Januari 2012

Manaqib Kyai Kholil Bisri Rembang

FRAGMEN I: SANTRI MBELING DI LIRBOYO

Sewaktu mondok di Lirboyo, partner mbeling terdekat Kyai Kholil adalah Gus Mik (Kyai Hamim Jazuli). Pernah, ditengah pelajaran Madrasah, Santri Kholil yang tempat duduknya didekat jendela, disapa Gus Mik dari luar.

"Keluar, Gus!" kata Gus Mik, setengah berbisik.

"Ada apa?"

"Nonton bioskop... ada filem bagus!"

Santri Kholil ragu,

"Masih pelajaran ini..."

"Lompat saja!"

Ketika guru menghadap papan tulis, Santri Kholil melompat keluar dari jendela. Santri-santri lain tak berani menegur tingkah gus-gus itu.

Kamis, 05 Mei 2011

Selingan Idul Adha

Alkisah ada 2 Kiai di Jombang (nggak usah disebut nama gakpapa ya). Yang
satu ahli fiqih, satunya ahli tasawuf. Suatu hari ada orang desa yg kaya datang sowan ke Pak Kiai ahli fiqih. Orang ini punya anggota keluarga 7 orang plus 1 bayi baru lahir.

Untuk menyambut idul adha, dia mau berkorban. Agar bisa bareng2 sekeluarga naik si sapi saat di shiratal mustaqim kelak, dia minta persetujuan Pak Kiai agar diijinkan kurban 1 sapi.

Senin, 02 Mei 2011

Banser VS TEntara AS


Saat berada di sebuah kapal pesiar, presiden Indonesia (Gus Dur, pastinya), presiden AS dan perdana menteri Jepang saling memamerkan keberanian tentara masing-masing.

Presiden AS bilang tentaranya bisa mengelilingi kapal 10 kali tanpa berhenti, dan langsung dibuktikan, ternyata benar. Perdana Menteri Jepang malah bilang tentaranya bisa menglilingi kapal selama 25 kali.

Ia panggil salah seorang prajurit untuk terjun ke laut berenang mengelilingi kapal 25 kali dan... luar biasa, ternyata ia bisa.

Minggu, 01 Mei 2011

Gus Dur Dan Anjing2nya

Waktu belajar di Irak, Gus Dur bersepuluh temannya yang berasal dari Indonesia menyewa sebuah rumah besar. Untuk menghemat waktu, mereka juga bergiliran memasak dan ketika tiba giliran Gus Dur untuk memasak, menu yang disajikan selalu istimewa berupa berupa jerohan yang terdiri dari ati ampela, paru dan lainnya yang memang biasa dimakan di Indonesia, tapi ternyata tidak biasa dimakan oleh orang Irak.

Teman-temannya menikmati saja apa yang disajikan Gus Dur, dan tidak menanyakan bagaimana strategi mendapatkan makanan enak dan murah itu.

Kamis, 28 April 2011

Menggugat TAHLILAN


Suatu malam selepas memimpin TAHLILAN KEMATIAN, Oemar Bakri didebat seorang mahasiswa dari kota yang sedang Kuliah Kerja Nyata dikampungnya. Mahasiswa ini mempertanyakan keabsahan ritual Tahlilan Kematian yang menurut keyakinannya adalah amaliyah sia-sia dan bid’ah yang tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Mahasiswa : “Menurut saya ritual Tahlilan Kematian itu perbuatan sia-sia dan bid’ah.”

Oemar Bakri : “Apa alasannya?”

Mahsiswa : “Karena orang mati sudah tidak lagi bisa menerima manfaat apa pun dari orang hidup.”